skip to main |
skip to sidebar
JENDERAL NAGABONAR dan JENDERAL SAURIP KADI for PRESIDENT dengan konsep MERAK
Solo, Targetnews
Ada yang sedikit berbeda di Joglo, Sriwedari Sabtu, 14 Maret 2009…
2 orang jenderal, satu beneran ; Mayjen TNI Purn. Saurip Kadi, dan satunya lagi Jenderal Film “Nagabonar”; Bang Deddy Mizwar. Keduanya mencoba untuk maju ke presidensi 2009 dengan konsep “Merak”

Yang dimaksud dengan “Merak” oleh beliau berdua adalah konsep kepemimpinan kedepan yang “Mengutamakan Rakyat”. Rakyat yang sebenarnya pemilik sah negeri ini kederan harus lebih ditempatkan sebagai “Subyek=pelaku” daripada condong sebagai “Obyek=yang dikorbankan”.
Pertemuan, Temu Wicara dan deklarasi “Merak Center” tersebut diselenggarakan oleh elemen-elemen budaya Solo Raya dengan Ketua Panitia Ki Budi Santoso dan OC Paguyuban Pelajar Kawruh Jiwo (PKJ) cabang Solo.
Merak Center didirikan sebagai refleksi masyarakat yang rindu akan “Pengelolaan Negara” yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan tertentu saja. Konsep MERAK diusung oleh Saurip Kadi ke seluruh Indonesia untuk membangun Budaya baru dalam berpolitik.
Beberapa inti dari budaya baru tersebut adalah : Jaminan kesetaraan seluruh warga apapun latar belakangnya, Tutup buku terhadap luka-luka kebangsaan, Ekonomi kedepan bukan ekonomi berpihak “Kapitalisme yang Brutal”, Rakyat bukan lagi “musuh” tentara, Pendidikan bagi semua bukan bagi yang kaya dan Konsep Pengelolaan negara sebagai “Sebuah Enterprise Besar” bukan “Mafia yang Besar”.
Tapi bagaimana Pak Saurip dan Bang Deddy bisa mewujudkan konsep-konsep tersebut jika tidak lewat mekanisme kepartaian apalagi peluang uji materi ke Mahkamah Konstitusi tentang Calon Presiden lewat jalur independen belum dimungkinkan di 2009? Rupanya Pak Saurip dan Bang Deddy tidak hilang jalan. Beliau berdua menggandeng partai-partai peserta pemilu 2009 yang belum mencalonkan presiden sendiri untuk bergabung dengan “Konsep Merak” tersebut.Hasil memang ada, dikatakan oleh Saurip, pada Deklarasi “MERAK” di Jakarta telah sepakat sejumlah 9 Partai bergabung secara resmi, sementara sampai beliau diwawancarai kemarin ada belasan partai diakuinya lanjut ikut bergabung.
Sementara itu dukungan dari pribadi-pribadi ataupun organisatoris kepartaian di Solo Raya cukup signifikan. Terlihat Partai PATRIOT, PBR, Partai Kedaulatan dan PNI Marhaenisme secara terang-terangan menyatakan dukungan organisatoris di Solo. Sementara itu perorangan partai seperti Henky Narto Sabdo dari PKDI menyambut antusias deklarasi tersebut.
Sementara itu Bang Deddy Mizwar ketika ditanya kansnya maju dalam presidensi 2009 ini menyatakan “Biarlah Mekanisme Rakyat untuk memilih Presidennya sendiri. Buktinya masih banyak Parpol yang masih komitmen kepada rakyat,”
Salah satu yang menonjol dari deklarasi MERAK Center Solo Raya di Joglo, Sriwedari ini adalah kesan “kesederhanaan” dari seorang yang ingin maju dalam pencalonan Presiden.. Sebuah kesan yang agaknya sudah terkelupas dari sendi-sendi perpolitikan Indonesia.
Bravo Pak Saurip, maju terus Bang Deddy. Moga-moga dengan sabun cap MERAK wanginya bisa sampai ke Medan… eeh seluruh Indonesia (ungkapan dari scene film NAGABONAR).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar