Selasa, 15 September 2009

Perbaikan Jalan Antar Desa di Sragen Gunakan Rigid, Sebuah Terobosan

Sragen, Targetnews

Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Jl. Setiabudhi 3 Sragen, Kadinas PU Sragen Ir. Zubaidi menanggapi dengan banyaknya perbaikan jalan antar desa dan antar kecamatan dengan dirigid (dicor beton).

Beliau mengatakan bahwa hal tersebut memang disengaja sejak perencanaan perbaikannya. Hal pertama karena perbaikan dengan dicor akan memudahkan pelaksanaan. Ini disebabkan karena tidak diperlukan mobilisasi alat berat seperti stoomwalls ke daerah yang diperbaiki seperti pada perbaikan pada jalan aspal Hotmix maupun aspal penetrasi.

Hal kedua karena akan memudahkan pengawasan kendali mutu pekerjaan. Hal ini disebabkan karena semua cor tersebut menggunakan beton readymix, sehingga mutu K-nya dapat lebih dipertanggung jawabkan.

Alasan Ketiga karena akan mempermudah perawatan sementara umur konstruksinya juga lebih lama dibandingkan jalan aspal. Sifat beton yang lebih tahan air dan lebih kuat jelas menjadi alas an utamanya.

Namun Kadinas juga menyatakan bahwa ada juga kelemahan perbaikan jalan dengan menggunakan rigid beton. Pertama yang jelas biaya pengerjaannya memang mahal karena harga material dasarnya memang sudah mahal (semen). Kedua yang jelas memang waktu pengerjaan relative lebih lama karena jalan tersebut prktis qidak boleh dilewati sebeleum umur beton cukup keras (umumnya 14-28 hari).

Dari peninjauan di lapangan bersama baik oleh agensi Targetnews, maupun elemen LSM KOMPAK Jateng untuk proyek APBD 2009, seperti jalan Kacangan-Tlogotirto sepanjang 5,8 km, memang didapati bahwa struktur utama badan jalan menggunakan bahan cor beton (rigid pavement). Konstruksi pengerjaan cukup bagus, dan terbukti cukup membuka keterisolasian suatu daerah sehingga bisa ikut berkembang maju seperti daerah-daerah lainnya.

Lebih lanjut Zubaidi mengatakan bahwa dinas PU juga mengagendakan kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah desa terlalui jalan-jalan tersebut. Kemitraan ini dalam rangka pemeliharaan non struktur jalan seperti bahu jalan (bereman) dan saluran-saluran drainase di sisi-sisi jalan. Rekanan pelaksana pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jalan tidak dibebani pekerjaan-pekerjaan tersebut, sebaliknya kedepan masyarakat sekitar sebagai pemakai lah yang diberdayakan, sehingga “rasa memiliki” sebagai pengguna yang disentuh.

Ya maksud dan terobosan yang baik dari dinas PU Sragen, harus kita acungi jempol. Semoga hal-hal baik terobosan seperti ini dapat dicontoh daerah lainnya.

(Tim Targetnews, SRA)

Senin, 14 September 2009

IN MEMORIAM : TOMY HERNAWAN

tomy2.thumbnail

Walau penyakitmu sudah mengemuka lebih enam bulan yang lalu, tapi kepergian tiba-tiba mu tetap mengejutkan kami........

Kecerian, etos kerja, semangat pantang menyerah (bahkan ketika sakit) sangatlah menggugah semangat kami untuk terus berkarya "bagaimanapun dan apapun tantangannya".

Mas Tomy yang juga merupakan editor senior di Korantarget ini (termasuk pencetus ide pembuatan), dikenal sebagai sosok yang multi talenta dan multi guna. Walau dibanyak sisi beliau dikenal "keras" tetapi sebenarnya kekerasan hatinya tersebut terlebih hanya karena ingin melihat semua sistem disekitarnya bergerak maju. Tomy tidak senang mendengar keluhan, karena dia sendiri tidak pernah mengeluh. Tulisan-tulisannya (lihat tomyzero.wordpress.com) cukup inspiratif. teman yang patut "digugu" omongan dan perbuatannya.

Selamat jalan MAS TOMY, semoga Allah SWT melapangkan jalanmu di HadiratNya. Semoga amalmu diterima disisiNya. Dan semoga kami-kami selalu mencermati semua nasehat dan jejak-jejak emasmu....Amin Ya Robbal Alamin

Blog Patut Dibuka