Selasa, 03 November 2009

DAFTAR SUSUNAN KABINET INDONESIA BERSATU II 2009-2014

Inilah susunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang diumumkan Presiden SBY Rabu malam (21/10) jam 22.00 WIB. Adapun pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan esok harinya, Kamis (22/10) bertempat di Istana Negara Jakarta sekitar pukul 13.30 WIB. Adapun susunan adalah sebagai berikut :

1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemb. Perempuan & Perlindungan Anak: Linda A. Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
29. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan

Selasa, 15 September 2009

Perbaikan Jalan Antar Desa di Sragen Gunakan Rigid, Sebuah Terobosan

Sragen, Targetnews

Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Jl. Setiabudhi 3 Sragen, Kadinas PU Sragen Ir. Zubaidi menanggapi dengan banyaknya perbaikan jalan antar desa dan antar kecamatan dengan dirigid (dicor beton).

Beliau mengatakan bahwa hal tersebut memang disengaja sejak perencanaan perbaikannya. Hal pertama karena perbaikan dengan dicor akan memudahkan pelaksanaan. Ini disebabkan karena tidak diperlukan mobilisasi alat berat seperti stoomwalls ke daerah yang diperbaiki seperti pada perbaikan pada jalan aspal Hotmix maupun aspal penetrasi.

Hal kedua karena akan memudahkan pengawasan kendali mutu pekerjaan. Hal ini disebabkan karena semua cor tersebut menggunakan beton readymix, sehingga mutu K-nya dapat lebih dipertanggung jawabkan.

Alasan Ketiga karena akan mempermudah perawatan sementara umur konstruksinya juga lebih lama dibandingkan jalan aspal. Sifat beton yang lebih tahan air dan lebih kuat jelas menjadi alas an utamanya.

Namun Kadinas juga menyatakan bahwa ada juga kelemahan perbaikan jalan dengan menggunakan rigid beton. Pertama yang jelas biaya pengerjaannya memang mahal karena harga material dasarnya memang sudah mahal (semen). Kedua yang jelas memang waktu pengerjaan relative lebih lama karena jalan tersebut prktis qidak boleh dilewati sebeleum umur beton cukup keras (umumnya 14-28 hari).

Dari peninjauan di lapangan bersama baik oleh agensi Targetnews, maupun elemen LSM KOMPAK Jateng untuk proyek APBD 2009, seperti jalan Kacangan-Tlogotirto sepanjang 5,8 km, memang didapati bahwa struktur utama badan jalan menggunakan bahan cor beton (rigid pavement). Konstruksi pengerjaan cukup bagus, dan terbukti cukup membuka keterisolasian suatu daerah sehingga bisa ikut berkembang maju seperti daerah-daerah lainnya.

Lebih lanjut Zubaidi mengatakan bahwa dinas PU juga mengagendakan kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah desa terlalui jalan-jalan tersebut. Kemitraan ini dalam rangka pemeliharaan non struktur jalan seperti bahu jalan (bereman) dan saluran-saluran drainase di sisi-sisi jalan. Rekanan pelaksana pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jalan tidak dibebani pekerjaan-pekerjaan tersebut, sebaliknya kedepan masyarakat sekitar sebagai pemakai lah yang diberdayakan, sehingga “rasa memiliki” sebagai pengguna yang disentuh.

Ya maksud dan terobosan yang baik dari dinas PU Sragen, harus kita acungi jempol. Semoga hal-hal baik terobosan seperti ini dapat dicontoh daerah lainnya.

(Tim Targetnews, SRA)

Senin, 14 September 2009

IN MEMORIAM : TOMY HERNAWAN

tomy2.thumbnail

Walau penyakitmu sudah mengemuka lebih enam bulan yang lalu, tapi kepergian tiba-tiba mu tetap mengejutkan kami........

Kecerian, etos kerja, semangat pantang menyerah (bahkan ketika sakit) sangatlah menggugah semangat kami untuk terus berkarya "bagaimanapun dan apapun tantangannya".

Mas Tomy yang juga merupakan editor senior di Korantarget ini (termasuk pencetus ide pembuatan), dikenal sebagai sosok yang multi talenta dan multi guna. Walau dibanyak sisi beliau dikenal "keras" tetapi sebenarnya kekerasan hatinya tersebut terlebih hanya karena ingin melihat semua sistem disekitarnya bergerak maju. Tomy tidak senang mendengar keluhan, karena dia sendiri tidak pernah mengeluh. Tulisan-tulisannya (lihat tomyzero.wordpress.com) cukup inspiratif. teman yang patut "digugu" omongan dan perbuatannya.

Selamat jalan MAS TOMY, semoga Allah SWT melapangkan jalanmu di HadiratNya. Semoga amalmu diterima disisiNya. Dan semoga kami-kami selalu mencermati semua nasehat dan jejak-jejak emasmu....Amin Ya Robbal Alamin

Minggu, 10 Mei 2009

HASIL AKHIR PEMILU LEGISLATIF 2009, JUARA 1 TETAP GOLPUT, JUARA 3 SUARA TIDAK SAH

Jakarta, Targetnews
Hari Sabtu malam (9/5) akhirnya KPU menetapkan hasil-hasil dari Pemilu Legislatif 9 April 2009. Hasilnya seperti diramalkan memang tidak jauh beda dengan perhitungan "Quick Count" yang dibuat oleh beberapa lembaga survey terkenal di indonesia sebelumnya.

Tetapi ada 2 hal yang menggelitik dari hasil-hasil tersebut; dugaan bahwa besarnya Golput membengkak drastis terjadi, terbukti ada 29,01% warga punya hak pilih tidak menggunakan hak pilihnya. Dan ini lebih besar dari partai peraih nomor 1 pemilu, Partai Demokrat yang hanya meraih 20,85 %.

Demikian pula suara tidak sah mencapai 16,75% dibanding juara kedua Partai Golkar yang meraih 14,45% suara.

Persentasi jumlah suara sah ini diakui menurun dari tahun 2004 dimana terjadi penurunan 15,88% (suara sah tahun 2004 76,66% sementara tahun 2009 cuma 60,78%).


Jumlah ketidakikutsertaan pemilih dan jumlah suara tidak sah yang meningkat drastis membuktikan sesuatu yang pernah Korantarget tulis (11/4) yang mengindikasikan adanya kekurangan pelaksanaan yang menjurus "kegagalan" dalam Pemilu Legislatif 2009.

Sifat kekurangan pelaksanaan itu menjadi terkesan sangat sistemik dengan banyaknya fakta tidak terdaftarnya pemilih dalam DPT Pemilu Legislatif 2009.

Semoga ini menjadi pelajaran keras pihak-pihak yang terkait di Pilpres 2009 dan pemilihan-pemilihan lainnya 5 tahun kedepan ini.

Hasil Akhir ke Senayan (Kursi DPR-RI)
Seperti diduga juga, ada 9 Partai yang lolos "Electoral dan Parliamentary Thresshold" yang berhak mengirim wakilnya ke DPR-Ri yang berkantor di Senayan. Jumlah total kursi diperebutkan 560 kursi DPR-R Itelah disahkan KPU untuk diberikan kepada : Demokrat, GOLKAR, PDIP, PKS, PAN, PPP, GERINDRA, PKB dan HANURA (daftar pembagian terlampir).
Dengan demikian ke 9 Partai tersebutlah yang akan mewarnai dinamika kinerja wakil rakyat di tingkat nasional 5 tahun kedepan. Dan mereka jugalah yang suaranya nanti akan mendominasi opini perpolitikan nasional. Selamat dan semoga tidak lupa dengan rakyat.

10 Besar Hasil Pemilu 2009 dari KPU
1. P. Demokrat 20,85%
2. GOLKAR 14,45%
3. PDIP 14,03%
4. PKS 7,88%
5. PAN 6,01%
6. PPP 5,32%
7. PKB 4,94%
8. GERINDRA 4,46%
9. HANURA 3,77%
10. PBB 1,79%
catatan : Suara sah Pemilu Legislatif 2009 : 104.099.785

suara Tidak memilih 29,01%
Suara tidak sah 16,75%

Penghuni Senayan (Kursi di DPR-RI)
1. P. Demokrat 148 kursi (26,43%)
2. GOLKAR 108 kursi (19,29%)
3. PDIP 93 kursi (16,61%)
4. PKS 59 kursi (10,54%)
5. PAN 42 kursi (7,50%)
6. PPP 39 kursi (6,96%)
7. GERINDRA 30 kursi (5,36%)
8. PKB 26 kursi (4,64%)
9. HANURA 15 kursi (2,68%)
catatan : Penghuni Senayan adalah partai dengan perolehan diatas 2,5% suara sah nasional (parliementary threshold)

Minggu, 03 Mei 2009

KASUS ANTASARI AZHAR, AKANKAH KPK “SURUT” ?

Jakarta, Targetnews
Sebelumnya, Antasari ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. “Antasari Azhar adalah satu tersangka dari pelaku intellectual dader (otak pelaku). Tempat tanggal lahir di Pondok Pinang 18 Maret 1953,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Jasman Panjaitan membacakan surat dari Mabes Polri. Hal itu disampaikan Jasman dalam jumpa pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2009). Surat yang diterima Kejagung Jumat ini tersebut ditandatangani Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.
Empat pimpinan KPK lain kemudian bertindak cepat, menonaktifkan sementara Antasari dari posisinya sebagai ketua KPK.Kepemimpinan KPK sejak 1 Mei 2009 diemban untuk sementara secara kolektif bergantian antara keempat pimpinan KPK tersebut.

Sementara itu dari ICW, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo, mengatakan kasus tersebut tak berhubungan dengan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kasus ini tak melibatkan empat pimpinan KPK lain,” kata Adnan

Adnan menilai, kasus ini memang berpotensi merusak citra KPK. Apalagi, Antasari merupakan pimpinan lembaga tinggi negara. Tapi, Adnan melanjutkan, kasus ini murni kriminal. “Kasus ini harus dilihat secara proporsional. Jangan terlalu jauh menduga kasus ini berbau politik,” katanya. Peran KPK, kata Adnan, tetap dibutuhkan untuk menyelidiki dugaan korupsi. Ia meminta empat pimpinan KPK lain menjadikan kasus Antasari ini sebagai pemacu pengungkapan kasus korupsi lain. Terutama, kasus yang belakangan terkesan macet seperti kasus Agus Condro, aliran dana Bank Indonesia, kasus jaksa Urip Tri Gunawan, dan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). “Kasus-kasus itu bisa ditelusuri lebih lanjut. KPK bukan hanya milik Antasari seorang,” katanya
Terkuaknya teka-teki pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen menjelang Pemilu Presiden 8 Juli mendatang jadi mengundang banyak spekulasi.Untuk menghindari adanya dugaan politisasi, Ketua MPR HIdayat Nurwahid meminta agar kepolisian segera membereskan kasus yang juga menyeret Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid Haryo Wibisono.”Kasus itu jangan sampai jadi bola liar menjelang pilpres,” ujar Hidayat di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).
Banyak pertanyaan yang menyeruak akibat adanya kasus ini. Apakah kasus yang menimpa ketua KPK ini benar-benar murni kriminal atau politis. Hal ini karena waktu terbongkarnya sangat dekat dengan waktu penyelenggaraan pemilu dimana ditandai memanasnya suhu politik dan manuver banyak pihak.
Pertanyaan lain apakah dengan hal ini jajaran kepemimpinan KPK lainnya terus bekerja efektif tanpa terpengaruh oleh kasus yang menimpa Ketuanya ini. Apakah ini bisa diindikasikan adanya “kekuatan besar” yang mencoba mengendalikan KPK ataukah tidak. Bagaimana pula dengan kelanjutan penyelidikan kasus-kasus korupsi yang belum selesai dan lain-lain…. semoga KPK tetap setia di jalan kebenaran.
(Ars dari beberapa sumber)

Jumat, 01 Mei 2009

SYEKH PUJI DIGUGAT BALIK KOMPAK

Semarang, Targetnews

syekh-puji-dan-ulfa

Sebelumnya HM Pujiono Cahyo alias Syekh Puji beberapa waktu lalu (15/1) melalui kuasa hukumnya menggugat Legiyanto Toha, Ketua LSM KOMPAK di PN Semarang dalam perkara nomor : 304/Pdt.6/2008/PN.Smg perihal : Gugatan Tentang Perbuatan melawan hukum.

Atas gugatan Syekh Puji tersebut, Legiyanto Toha tidak tinggal diam. Ketua KOMPAK itu menggugat balik lewat Tim kuasa hukumnya.

Tim kuasa hukum tersebut yaitu : H. Susilo Yuwono, SH; H. Anshori Harsa, SH, MM; Adi Nurachman, SH, MH; Bambang Pujo Haryono, SH; Zainal Arifin, SH; Ari Nurcahya, SH; Agus Nasri, SH; Edy Mulyono, SH; Sunarno, SH; A. Dwi Nuryanto, SH; Eko Budi Hartono, SH; Trubur Gunung Rujito, SH dan Kresna Trisurja Hadiwidjaja, SH. Tim tersebut tergabung sebagai "TEAM PENEGAK HUKUM POSITIF" yang beralamat di Jl. Griya Arteri Sari 45, Semarang.

Beberapa hal yang menjadi dasar hukum gugatan Syekh Puji adalah 18 item tuntutan antara lain menyebabkan kerugian moral yang bila dinilai dengan uang sebesar Rp. 10 Milyar dan kerugian material akibat biaya-biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp. 1 Milyar.

Sementara itu gugatan balik terhadap Syekh Puji oleh tim tergabung Team Penegak Hukum Positif tersebut adalah bahwa gugatan Syekh Puji yang mendalilkan segala sesuatunya tentang perkawinan hanya dengan dasar Syariat Islam adalah merupakan kewenangan dari Pengadilan Agama. Sehingga Pengadilan negeri (PN) Semarang tidak berwenang mengadili perkara yang menyangkut perkawinan Islam sebagaimana dengan Syariat Islam.

Sementara itu Legiyanto Toha ketika diwawancarai wartawan Target news mengatakan bahwa dalam hal ini kiprahnya hanya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kontrol sosial selaku LSM, melaksanakan apa yang menjadi amanat UU No. 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak (HTK)

Jumat, 24 April 2009

BELUM LAMA DIBANGUN, CEKDAM & EMBUNG SUDAH JEBOL

Gunungkidul, Targetnews

Proyek Rehab cekdam kali Oyo sekaligus pengendali air musim kemarau, tepatnya di Pundungsari, Semin Kab. Gunungkidul dibangun menelan biaya Rp. 1 milyar lebih. Tapi pada Januari 2009 kemarin jebol diterjang air bah. Dijanjikan Mei mendatang segera diperbaiki dengan kualitas fisik yang lebih baik.

Menurut Kades Pundungsari, Triwiyana yang didampingi Sumidi, kaur keuangan kepada Targetnews dirumahnya menjelaskan, bahwa cekdam yang dibangun dari dana APBN murni propinsi 2008 sebesar 1 milyar lebih itu dilaksanakan oleh PT. Cipta Adhi Prastya. Cekdam yang panjangnya 32 x 100 m itu jebol karena diterjang air bah. Sekarang tinggal bagian dam pengendali air saja. Sementara talud setinggi 1,5m sepanjang 100m jebol terkena erosi yang diakibatkan air bah tersebut. “Proyek cekdam yang hanyut ini sudah kami laporkan kepada Bupati Kab. Gunungkidul, bahkan dijanjikan bulan Mei mendatang segera direhabilitasi,’ lanjutnya.

Pembangunan Embung Rejosari juga Jebol

Sementara itu di tempat lain, pembangunan 5 embung senilai Rp. 200 juta/unit di beberapa desa di sepanjang kali Oyo tersebut yaitu Kalitekuk, Bulurejo, Karangsari, dan Rejosari dalam waktu yang sama juga jebol akibat banjir.

Kades Rejosari, Haryanto didampingi carik desa Sugiyo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa seluruhnya ada 8 pembanguna embung di wilayah tersebut yang difungsikan menampung air selama musim kemarau. Akibat air bah tersebut, ratusan meter talud pengaman sungai selain embung ikut rusak terbawa arus. “Hal ini sudah kami laporkan ke Pemkab Gunungkidul, dijanjikan April-Mei segera diperbaiki,” jelas Kades Haryanto yang mengaku pernah menjadi wartawan di salah satu media terbitan Solo itu.

Sementara terkait masalah tersebut, Ketua LSM Bina Lingkungan Hidup Indonesia, Suyono kepada Targetnews menilai bahwa hanyutnya beberapa embung dan bagian cekdam ~ yang dibiayai dana APBN milyaran rupiah di Semin bukan saja karena faktor alam belaka. Diduga olehnya bahwa mutu bangunan konstruksinya kurang berkualitas. “Oleh sebab itu pemerintah pemerintah dalam pengawasan proyek harus lebih cermat. Sehingga jangan sampai proyek selesai baru beberapa minggu sudah jebol,” Ujarnya.

(Emi/AS/45)

Senin, 20 April 2009

JENDERAL NAGABONAR dan JENDERAL SAURIP KADI for PRESIDENT dengan konsep MERAK

Solo, Targetnews

Ada yang sedikit berbeda di Joglo, Sriwedari Sabtu, 14 Maret 2009…


2 orang jenderal, satu beneran ; Mayjen TNI Purn. Saurip Kadi, dan satunya lagi Jenderal Film “Nagabonar”; Bang Deddy Mizwar. Keduanya mencoba untuk maju ke presidensi 2009 dengan konsep “Merak”

copy-of-pict1724

Yang dimaksud dengan “Merak” oleh beliau berdua adalah konsep kepemimpinan kedepan yang “Mengutamakan Rakyat”. Rakyat yang sebenarnya pemilik sah negeri ini kederan harus lebih ditempatkan sebagai “Subyek=pelaku” daripada condong sebagai “Obyek=yang dikorbankan”.


Pertemuan, Temu Wicara dan deklarasi “Merak Center” tersebut diselenggarakan oleh elemen-elemen budaya Solo Raya dengan Ketua Panitia Ki Budi Santoso dan OC Paguyuban Pelajar Kawruh Jiwo (PKJ) cabang Solo.


Merak Center didirikan sebagai refleksi masyarakat yang rindu akan “Pengelolaan Negara” yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan tertentu saja. Konsep MERAK diusung oleh Saurip Kadi ke seluruh Indonesia untuk membangun Budaya baru dalam berpolitik.


Beberapa inti dari budaya baru tersebut adalah : Jaminan kesetaraan seluruh warga apapun latar belakangnya, Tutup buku terhadap luka-luka kebangsaan, Ekonomi kedepan bukan ekonomi berpihak “Kapitalisme yang Brutal”, Rakyat bukan lagi “musuh” tentara, Pendidikan bagi semua bukan bagi yang kaya dan Konsep Pengelolaan negara sebagai “Sebuah Enterprise Besar” bukan “Mafia yang Besar”.


Tapi bagaimana Pak Saurip dan Bang Deddy bisa mewujudkan konsep-konsep tersebut jika tidak lewat mekanisme kepartaian apalagi peluang uji materi ke Mahkamah Konstitusi tentang Calon Presiden lewat jalur independen belum dimungkinkan di 2009? Rupanya Pak Saurip dan Bang Deddy tidak hilang jalan. Beliau berdua menggandeng partai-partai peserta pemilu 2009 yang belum mencalonkan presiden sendiri untuk bergabung dengan “Konsep Merak” tersebut.Hasil memang ada, dikatakan oleh Saurip, pada Deklarasi “MERAK” di Jakarta telah sepakat sejumlah 9 Partai bergabung secara resmi, sementara sampai beliau diwawancarai kemarin ada belasan partai diakuinya lanjut ikut bergabung.


Sementara itu dukungan dari pribadi-pribadi ataupun organisatoris kepartaian di Solo Raya cukup signifikan. Terlihat Partai PATRIOT, PBR, Partai Kedaulatan dan PNI Marhaenisme secara terang-terangan menyatakan dukungan organisatoris di Solo. Sementara itu perorangan partai seperti Henky Narto Sabdo dari PKDI menyambut antusias deklarasi tersebut.


Sementara itu Bang Deddy Mizwar ketika ditanya kansnya maju dalam presidensi 2009 ini menyatakan “Biarlah Mekanisme Rakyat untuk memilih Presidennya sendiri. Buktinya masih banyak Parpol yang masih komitmen kepada rakyat,”


Salah satu yang menonjol dari deklarasi MERAK Center Solo Raya di Joglo, Sriwedari ini adalah kesan “kesederhanaan” dari seorang yang ingin maju dalam pencalonan Presiden.. Sebuah kesan yang agaknya sudah terkelupas dari sendi-sendi perpolitikan Indonesia.


Bravo Pak Saurip, maju terus Bang Deddy. Moga-moga dengan sabun cap MERAK wanginya bisa sampai ke Medan… eeh seluruh Indonesia (ungkapan dari scene film NAGABONAR).

copy-of-pict1728

12 RIBU PEMILIK MOTOR KLATEN MALAS BAYAR PKB

KLATEN - Targetnews

Dari 250 ribu orang yang memiliki kewajiban membayar PKB, masih ada 12 ribu penunggak pajak. Akibatnya, pemerintah terancam kehilangan pendapatan mencapai Rp 1,7 miliar per tahun.


Menurut Kepala Unit Pelayanan, Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3D) Klaten Indriatno Wisnumoro, kisaran waktu tunggakan bagi wajib pajak beragam. Mulai dari sebulan sampai 2 tahun sejak jatuh tempo pajak.


“Jumlah wajib pajak yang mangkir berpotensi untuk naik. Hal ini didasarkan pada jumlah pemilik kendaraan bermotor di Klaten, perkembangannya cukup signifikan. Rata - rata per bulan terdapat 1.000 unit kendaraan baru yang didaftarkan ke UP3D,’’ ujarya.


Sebanyak 950 unit merupakan kendaraan roda dua dan sisanya, yaitu 50 unit roda empat. Di Klaten, kenaikan jumlah pemilik kendaraan sangat tergantung dengan faktor musim panen masyarakat.“Petani biasanya membeli kendaraan setelah musim panen padi, tembakau. Mereka membeli endaraan sebagai aset untuk mencukupi kebutuhan,’’ ujarnya.


Ditambahkan, agar pendapatan pajak dapat diterima secara maksimal, pihaknya sudah menempuh beragam cara. Diantaranya dengan membebaskan denda bagi wajib pajak yang terlambat.


“Mayoritas penunggak pajak berasal dari pedesaan. Mereka seringkali menyepelekan hal tersebut, karena kendaraan tidak sering dibawa ke kota. Masyarakat di desa memfungsikan kendaraan untuk memperlancar pekerjaan seperti mengangkut hasil panen dan dagangan,’’ jelasnya. (jwrs)

HASIL SEMENTARA PEMILU LEGISLATIF SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA

Demikian dibawah ini hasil perolehan sementara 10 parpol untuk Pemilu Legislatif 2009, untuk daerah se-eks karesidenan Solo. Hasil diambil dari pengamatan di daerah tersebut sampai dengan pukul 21.30 SELASA, malam(14/4).

KOTA SURAKARTA :

  1. PDIP 35,41%
  2. P DEMOKRAT 15,32%
  3. PKS 10,01%
  4. GOLKAR 8,16%
  5. PAN 6,74%
  6. HANURA 4,27%
  7. PDS 4,06%
  8. GERINDRA 3,24 %
  9. PPP 2,94%
  10. PKPI 0,82% ……………Total suara 201.946 (Panwas & PPK se Surakarta)

KAB SUKOHARJO

  1. PDIP 36,40%
  2. GOLKAR 12,10%
  3. DEMOKRAT 10,40%
  4. PAN 8,70%
  5. PKS 6,90%
  6. PPP 3,70%
  7. PKB 2,52%
  8. HANURA 2,50%
  9. PBB 1,84%
  10. GERINDRA 1,81%………..Total Suara 345.624 Suara (KPU Sukoharjo)

KAB. BOYOLALI

  1. PDIP 28,79%
  2. GOLKAR 18,8%
  3. PAN 14.12%
  4. DEMOKRAT 12,00%
  5. PKS 7,85%
  6. PKB 5,66%
  7. HANURA 4,65%
  8. GERINDRA 2,96%
  9. PBB 2,76%
  10. PIS 2,36% (Santel Pemkab Boyolali)

KAB. KLATEN

  1. PDIP 29,05%
  2. GOLKAR 22,12%
  3. DEMOKRAT 10,45%
  4. PAN 9,32%
  5. PKS 8,20%
  6. GERINDRA 3,40%
  7. HANURA 3,21%
  8. PKB 1,88%
  9. PMB 1,63%
  10. PNBK 1,37%……………..Total Suara 392.892 Suara (KPU Klaten)

KAB. WONOGIRI

  1. PDIP 38,20%
  2. GOLKAR 23,42%
  3. PKS 9,29%
  4. P DEMOKRAT 8,01%
  5. PAN 6,43%
  6. GERINDRA 3,23%
  7. HANURA2,45%
  8. PKNU 1,31%
  9. PPP 1,26%
  10. PKB 0,88% (Pemkab Wonogiri)

KAB. KARANGANYAR

  1. PDIP 18,58%
  2. GOLKAR 17,49%
  3. P DEMOKRAT 10,20%
  4. PKS 9,51%
  5. PAN 8,92%
  6. PKNU 4,87%
  7. REPUBLIKAN 4,86%
  8. PKB 3,63%
  9. PELOPOR 3,48%
  10. PKPI 3,38%…………….. Suara Total 248.473 Suara (Pemkab Karanganyar)

KAB. SRAGEN

  1. PDIP 37,11%
  2. GOLKAR 12,99%
  3. P DEMOKRAT 10,10%
  4. PKB 7,76%
  5. PKS 6,75%
  6. PAN 5,88%
  7. PPRN 3,50%
  8. GERINDRA 2,46%
  9. HANURA 2,43%
  10. PPP 2,20% …………………….Suara Total 459.430 Suara (PDE Pemkab Sragen)

Blog Patut Dibuka