Gunungkidul, Targetnews
Proyek Rehab cekdam kali Oyo sekaligus pengendali air musim kemarau, tepatnya di Pundungsari, Semin Kab. Gunungkidul dibangun menelan biaya Rp. 1 milyar lebih. Tapi pada Januari 2009 kemarin jebol diterjang air bah. Dijanjikan Mei mendatang segera diperbaiki dengan kualitas fisik yang lebih baik.
Menurut Kades Pundungsari, Triwiyana yang didampingi Sumidi, kaur keuangan kepada Targetnews dirumahnya menjelaskan, bahwa cekdam yang dibangun dari dana APBN murni propinsi 2008 sebesar 1 milyar lebih itu dilaksanakan oleh PT. Cipta Adhi Prastya. Cekdam yang panjangnya 32 x 100 m itu jebol karena diterjang air bah. Sekarang tinggal bagian dam pengendali air saja. Sementara talud setinggi 1,5m sepanjang 100m jebol terkena erosi yang diakibatkan air bah tersebut. “Proyek cekdam yang hanyut ini sudah kami laporkan kepada Bupati Kab. Gunungkidul, bahkan dijanjikan bulan Mei mendatang segera direhabilitasi,’ lanjutnya.
Pembangunan Embung Rejosari juga Jebol
Sementara itu di tempat lain, pembangunan 5 embung senilai Rp. 200 juta/unit di beberapa desa di sepanjang kali Oyo tersebut yaitu Kalitekuk, Bulurejo, Karangsari, dan Rejosari dalam waktu yang sama juga jebol akibat banjir.
Kades Rejosari, Haryanto didampingi carik desa Sugiyo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa seluruhnya ada 8 pembanguna embung di wilayah tersebut yang difungsikan menampung air selama musim kemarau. Akibat air bah tersebut, ratusan meter talud pengaman sungai selain embung ikut rusak terbawa arus. “Hal ini sudah kami laporkan ke Pemkab Gunungkidul, dijanjikan April-Mei segera diperbaiki,” jelas Kades Haryanto yang mengaku pernah menjadi wartawan di salah satu media terbitan Solo itu.
Sementara terkait masalah tersebut, Ketua LSM Bina Lingkungan Hidup Indonesia, Suyono kepada Targetnews menilai bahwa hanyutnya beberapa embung dan bagian cekdam ~ yang dibiayai dana APBN milyaran rupiah di Semin bukan saja karena faktor alam belaka. Diduga olehnya bahwa mutu bangunan konstruksinya kurang berkualitas. “Oleh sebab itu pemerintah pemerintah dalam pengawasan proyek harus lebih cermat. Sehingga jangan sampai proyek selesai baru beberapa minggu sudah jebol,” Ujarnya.
(Emi/AS/45)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar