Jumat, 24 April 2009

BELUM LAMA DIBANGUN, CEKDAM & EMBUNG SUDAH JEBOL

Gunungkidul, Targetnews

Proyek Rehab cekdam kali Oyo sekaligus pengendali air musim kemarau, tepatnya di Pundungsari, Semin Kab. Gunungkidul dibangun menelan biaya Rp. 1 milyar lebih. Tapi pada Januari 2009 kemarin jebol diterjang air bah. Dijanjikan Mei mendatang segera diperbaiki dengan kualitas fisik yang lebih baik.

Menurut Kades Pundungsari, Triwiyana yang didampingi Sumidi, kaur keuangan kepada Targetnews dirumahnya menjelaskan, bahwa cekdam yang dibangun dari dana APBN murni propinsi 2008 sebesar 1 milyar lebih itu dilaksanakan oleh PT. Cipta Adhi Prastya. Cekdam yang panjangnya 32 x 100 m itu jebol karena diterjang air bah. Sekarang tinggal bagian dam pengendali air saja. Sementara talud setinggi 1,5m sepanjang 100m jebol terkena erosi yang diakibatkan air bah tersebut. “Proyek cekdam yang hanyut ini sudah kami laporkan kepada Bupati Kab. Gunungkidul, bahkan dijanjikan bulan Mei mendatang segera direhabilitasi,’ lanjutnya.

Pembangunan Embung Rejosari juga Jebol

Sementara itu di tempat lain, pembangunan 5 embung senilai Rp. 200 juta/unit di beberapa desa di sepanjang kali Oyo tersebut yaitu Kalitekuk, Bulurejo, Karangsari, dan Rejosari dalam waktu yang sama juga jebol akibat banjir.

Kades Rejosari, Haryanto didampingi carik desa Sugiyo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa seluruhnya ada 8 pembanguna embung di wilayah tersebut yang difungsikan menampung air selama musim kemarau. Akibat air bah tersebut, ratusan meter talud pengaman sungai selain embung ikut rusak terbawa arus. “Hal ini sudah kami laporkan ke Pemkab Gunungkidul, dijanjikan April-Mei segera diperbaiki,” jelas Kades Haryanto yang mengaku pernah menjadi wartawan di salah satu media terbitan Solo itu.

Sementara terkait masalah tersebut, Ketua LSM Bina Lingkungan Hidup Indonesia, Suyono kepada Targetnews menilai bahwa hanyutnya beberapa embung dan bagian cekdam ~ yang dibiayai dana APBN milyaran rupiah di Semin bukan saja karena faktor alam belaka. Diduga olehnya bahwa mutu bangunan konstruksinya kurang berkualitas. “Oleh sebab itu pemerintah pemerintah dalam pengawasan proyek harus lebih cermat. Sehingga jangan sampai proyek selesai baru beberapa minggu sudah jebol,” Ujarnya.

(Emi/AS/45)

Senin, 20 April 2009

JENDERAL NAGABONAR dan JENDERAL SAURIP KADI for PRESIDENT dengan konsep MERAK

Solo, Targetnews

Ada yang sedikit berbeda di Joglo, Sriwedari Sabtu, 14 Maret 2009…


2 orang jenderal, satu beneran ; Mayjen TNI Purn. Saurip Kadi, dan satunya lagi Jenderal Film “Nagabonar”; Bang Deddy Mizwar. Keduanya mencoba untuk maju ke presidensi 2009 dengan konsep “Merak”

copy-of-pict1724

Yang dimaksud dengan “Merak” oleh beliau berdua adalah konsep kepemimpinan kedepan yang “Mengutamakan Rakyat”. Rakyat yang sebenarnya pemilik sah negeri ini kederan harus lebih ditempatkan sebagai “Subyek=pelaku” daripada condong sebagai “Obyek=yang dikorbankan”.


Pertemuan, Temu Wicara dan deklarasi “Merak Center” tersebut diselenggarakan oleh elemen-elemen budaya Solo Raya dengan Ketua Panitia Ki Budi Santoso dan OC Paguyuban Pelajar Kawruh Jiwo (PKJ) cabang Solo.


Merak Center didirikan sebagai refleksi masyarakat yang rindu akan “Pengelolaan Negara” yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan tertentu saja. Konsep MERAK diusung oleh Saurip Kadi ke seluruh Indonesia untuk membangun Budaya baru dalam berpolitik.


Beberapa inti dari budaya baru tersebut adalah : Jaminan kesetaraan seluruh warga apapun latar belakangnya, Tutup buku terhadap luka-luka kebangsaan, Ekonomi kedepan bukan ekonomi berpihak “Kapitalisme yang Brutal”, Rakyat bukan lagi “musuh” tentara, Pendidikan bagi semua bukan bagi yang kaya dan Konsep Pengelolaan negara sebagai “Sebuah Enterprise Besar” bukan “Mafia yang Besar”.


Tapi bagaimana Pak Saurip dan Bang Deddy bisa mewujudkan konsep-konsep tersebut jika tidak lewat mekanisme kepartaian apalagi peluang uji materi ke Mahkamah Konstitusi tentang Calon Presiden lewat jalur independen belum dimungkinkan di 2009? Rupanya Pak Saurip dan Bang Deddy tidak hilang jalan. Beliau berdua menggandeng partai-partai peserta pemilu 2009 yang belum mencalonkan presiden sendiri untuk bergabung dengan “Konsep Merak” tersebut.Hasil memang ada, dikatakan oleh Saurip, pada Deklarasi “MERAK” di Jakarta telah sepakat sejumlah 9 Partai bergabung secara resmi, sementara sampai beliau diwawancarai kemarin ada belasan partai diakuinya lanjut ikut bergabung.


Sementara itu dukungan dari pribadi-pribadi ataupun organisatoris kepartaian di Solo Raya cukup signifikan. Terlihat Partai PATRIOT, PBR, Partai Kedaulatan dan PNI Marhaenisme secara terang-terangan menyatakan dukungan organisatoris di Solo. Sementara itu perorangan partai seperti Henky Narto Sabdo dari PKDI menyambut antusias deklarasi tersebut.


Sementara itu Bang Deddy Mizwar ketika ditanya kansnya maju dalam presidensi 2009 ini menyatakan “Biarlah Mekanisme Rakyat untuk memilih Presidennya sendiri. Buktinya masih banyak Parpol yang masih komitmen kepada rakyat,”


Salah satu yang menonjol dari deklarasi MERAK Center Solo Raya di Joglo, Sriwedari ini adalah kesan “kesederhanaan” dari seorang yang ingin maju dalam pencalonan Presiden.. Sebuah kesan yang agaknya sudah terkelupas dari sendi-sendi perpolitikan Indonesia.


Bravo Pak Saurip, maju terus Bang Deddy. Moga-moga dengan sabun cap MERAK wanginya bisa sampai ke Medan… eeh seluruh Indonesia (ungkapan dari scene film NAGABONAR).

copy-of-pict1728

12 RIBU PEMILIK MOTOR KLATEN MALAS BAYAR PKB

KLATEN - Targetnews

Dari 250 ribu orang yang memiliki kewajiban membayar PKB, masih ada 12 ribu penunggak pajak. Akibatnya, pemerintah terancam kehilangan pendapatan mencapai Rp 1,7 miliar per tahun.


Menurut Kepala Unit Pelayanan, Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3D) Klaten Indriatno Wisnumoro, kisaran waktu tunggakan bagi wajib pajak beragam. Mulai dari sebulan sampai 2 tahun sejak jatuh tempo pajak.


“Jumlah wajib pajak yang mangkir berpotensi untuk naik. Hal ini didasarkan pada jumlah pemilik kendaraan bermotor di Klaten, perkembangannya cukup signifikan. Rata - rata per bulan terdapat 1.000 unit kendaraan baru yang didaftarkan ke UP3D,’’ ujarya.


Sebanyak 950 unit merupakan kendaraan roda dua dan sisanya, yaitu 50 unit roda empat. Di Klaten, kenaikan jumlah pemilik kendaraan sangat tergantung dengan faktor musim panen masyarakat.“Petani biasanya membeli kendaraan setelah musim panen padi, tembakau. Mereka membeli endaraan sebagai aset untuk mencukupi kebutuhan,’’ ujarnya.


Ditambahkan, agar pendapatan pajak dapat diterima secara maksimal, pihaknya sudah menempuh beragam cara. Diantaranya dengan membebaskan denda bagi wajib pajak yang terlambat.


“Mayoritas penunggak pajak berasal dari pedesaan. Mereka seringkali menyepelekan hal tersebut, karena kendaraan tidak sering dibawa ke kota. Masyarakat di desa memfungsikan kendaraan untuk memperlancar pekerjaan seperti mengangkut hasil panen dan dagangan,’’ jelasnya. (jwrs)

HASIL SEMENTARA PEMILU LEGISLATIF SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA

Demikian dibawah ini hasil perolehan sementara 10 parpol untuk Pemilu Legislatif 2009, untuk daerah se-eks karesidenan Solo. Hasil diambil dari pengamatan di daerah tersebut sampai dengan pukul 21.30 SELASA, malam(14/4).

KOTA SURAKARTA :

  1. PDIP 35,41%
  2. P DEMOKRAT 15,32%
  3. PKS 10,01%
  4. GOLKAR 8,16%
  5. PAN 6,74%
  6. HANURA 4,27%
  7. PDS 4,06%
  8. GERINDRA 3,24 %
  9. PPP 2,94%
  10. PKPI 0,82% ……………Total suara 201.946 (Panwas & PPK se Surakarta)

KAB SUKOHARJO

  1. PDIP 36,40%
  2. GOLKAR 12,10%
  3. DEMOKRAT 10,40%
  4. PAN 8,70%
  5. PKS 6,90%
  6. PPP 3,70%
  7. PKB 2,52%
  8. HANURA 2,50%
  9. PBB 1,84%
  10. GERINDRA 1,81%………..Total Suara 345.624 Suara (KPU Sukoharjo)

KAB. BOYOLALI

  1. PDIP 28,79%
  2. GOLKAR 18,8%
  3. PAN 14.12%
  4. DEMOKRAT 12,00%
  5. PKS 7,85%
  6. PKB 5,66%
  7. HANURA 4,65%
  8. GERINDRA 2,96%
  9. PBB 2,76%
  10. PIS 2,36% (Santel Pemkab Boyolali)

KAB. KLATEN

  1. PDIP 29,05%
  2. GOLKAR 22,12%
  3. DEMOKRAT 10,45%
  4. PAN 9,32%
  5. PKS 8,20%
  6. GERINDRA 3,40%
  7. HANURA 3,21%
  8. PKB 1,88%
  9. PMB 1,63%
  10. PNBK 1,37%……………..Total Suara 392.892 Suara (KPU Klaten)

KAB. WONOGIRI

  1. PDIP 38,20%
  2. GOLKAR 23,42%
  3. PKS 9,29%
  4. P DEMOKRAT 8,01%
  5. PAN 6,43%
  6. GERINDRA 3,23%
  7. HANURA2,45%
  8. PKNU 1,31%
  9. PPP 1,26%
  10. PKB 0,88% (Pemkab Wonogiri)

KAB. KARANGANYAR

  1. PDIP 18,58%
  2. GOLKAR 17,49%
  3. P DEMOKRAT 10,20%
  4. PKS 9,51%
  5. PAN 8,92%
  6. PKNU 4,87%
  7. REPUBLIKAN 4,86%
  8. PKB 3,63%
  9. PELOPOR 3,48%
  10. PKPI 3,38%…………….. Suara Total 248.473 Suara (Pemkab Karanganyar)

KAB. SRAGEN

  1. PDIP 37,11%
  2. GOLKAR 12,99%
  3. P DEMOKRAT 10,10%
  4. PKB 7,76%
  5. PKS 6,75%
  6. PAN 5,88%
  7. PPRN 3,50%
  8. GERINDRA 2,46%
  9. HANURA 2,43%
  10. PPP 2,20% …………………….Suara Total 459.430 Suara (PDE Pemkab Sragen)

Blog Patut Dibuka